Vallaura's Blog

"Writing is a way of talking without being interrupted."

Archive for June 2nd, 2010

SHREK Forever After

leave a comment »

hey, you all might want to check this one out. I kinda try to make a review… and Shrek is my first project. here if you have time 🙂 really appreciate it!

Film yang cukup dinanti-nantikan para movie mania mungkin adalaha film SHREK Forever and After. Bagaimana tidak, konon kabarnya, ini sekuel terakhir dari film yang bisa membuat penonton tertawa sepanjang film. Apalagi bila kawan semua sudah mengikuti ketiga sekuel sebelumnya, sepertinya ini adalah film yang must-watch!
Sejujurnya saya bukan tipe penyuka Ogre. Mahluk hijau ini punya konotasi kurang baik pada kisah-kisah fairy tales yang saya pernah baca atau tonton. Ogre didefinisikan (http://en.wikipedia.org/wiki/Ogre) sebagai berparas manusia yang besar, kejam dan buruk rupa.
Film ini diawali oleh Shrek (Ogre) yang terjebak dalam kehidupannya yang membosankan. Ketika semua orang melihat Shrek memiliki semua yang orang impikan, Shrek merasa tidak puas dengan hidupnya. Ia merasa kehebatannya sebagai Ogre redup karena sekarang ia hidup mengurusi ketiga anaknya dan melakukan rutinitas hidup berrumah tangga. Ia mendambakan menjadi Ogre tanpa ada ikatan (dengan istri dan anak) dan bebas dari tanggung jawab yang harus ia pikul sekarang. Ia mendambakan sehari menjadi Ogre yang seperti dulu, yang hebat, ditakuti orang dan bebas. Dalam ketidak puasannya terhadap hidupnya, tanpa berpikir panjang, ia menandatangani perjanjian dengan Rumpelstiltskin, seorang yang sifatnya jahat dan licik, yang selalu berusaha menjebak orang dalam perjanjian-perjanjian mistis.
[Ketika tiba di bagian ini, saya sempat teringat pada kisah Esau yang menjual hak kesulungannya demi semangkuk kacang merah. Tanpa berpikir panjang, hal-hal yang merupakan penting dan berharga dalam hidup rela ia tinggalkan demi hal-hal yang merupakan kesenangan semu.]
Benar saja, pada awalnya Shrek sangat menikmati hasil dari perjanjian dengan Rumpelstiltskin, seperti impian jadi kenyataan, tapi kemudian, ia menyadari bahwa ada yang hilang dalam hidupnya, ada yang berubah. Rumpelstiltskin membuat kehidupan Shrek berubah, karena perjanjian itu, Shrek tidak pernah mengenal Puttri Fiona, mereka tidak pernah bertemu, jatuh cinta, menikah, dan memiliki ketiga anak yang lucu. Ketika menyadari ini, Shrek pun menyesal dan menginginkan kehidupan lamanya. Ah…cerita klasik. Berapa sering kita tidak pernah menyadari bahwa kita beruntung, sampai keberuntungan itu hilang. We never know how precious they are, until they are all gone.
Beruntung kisah Shrek, tidak selesai sampai disini. Kisahnya masih berlanjut, ia berjuang untuk mendapatkan kembali kebahagiaanya, bersama dengan para sahabat, ia berjuang untuk hal-hal yang paling berharga dalam hidupnya ini. Ah, sahabat, betapa berharganya mereka. Bahkan ketika hidup terasa menggilas, uluran tangan sahabat merupakan sebuah penyegaran yang luar biasa. Film ini berakhir bahagia, Shrek kembali hidup berbahagia dengan Putri Fionda dan ketiga anak-anaknya. Perjanjian dibatalkan dan semua kembali seperti sedia kala. Sesuatu hal yang hanya terjadi di film.
Kawan, didalam hidup seringkali kita merasa seperti Shrek. Tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki. Iri terhadap kehidupan orang lain. Tapi belajar dari film ini, mari kita mencoba mensyukuri yang Tuhan berikan kepada kita. Tuhan tahu yang terbaik untuk kita, kita perlu untuk terus percaya bahwa apa yang kita miliki sekarang adalah yang terbaik yang Tuhan berikan. Juga, syukuri dan peliharalah para sahabat, karena merekalah yang sering kali tanpa kita sadari selalu ada ketika orang lain tidak ada. Perwujudan kasih Allah yg nyata terpancar dari kasih para sahabat yang Dia berikan untuk kita miliki. Dan terakhir, pastikan semua tindakan dilandasi dalam doa dan penuh keyakinan pada pemeliharaan Tuhan. Hidup kita bukanlah film, yang didalamnya waktu bisa diputar kembali, perjanjian dan perbuatan bisa dibatalkan. Tidak, hidup kita bukanlah film. Setiap tindakan memiliki konsekuensi. Kita harus terus belajar berhikmat dan bijak dalam mengambil keputusan. Terdengar sulit? Enggak kog, Amsal 3:5-6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Selamat mensyukuri hidup! Right now, Forever and After…
Tuhan memberkati.

Written by vallaura

June 2, 2010 at 7:41 PM

Roman Handshake

leave a comment »

When I was in college, I was very frustrated for not being able to have a decent spiritual mentor. You might ask, why on earth I need one. Well, my college days were my darkest days… (ah, remembering this hits me. How could I say today is my darkest day when I’ve been into more darkest days than today?)

Anyway, one of best friends. Well, years ago, she was the only one I had. She told me something interesting regarding to how God keeps us. She mentioned something about Roman handshake. Do you know anything about this? Well, hundreds of years ago, Romans, when meet each other also did handshake like people nowadays. But there’s a bit difference on how they did it. So, instead of hand shaking from palm to palm, they grab each other wrists and shake it.

Something similar like this picture. I cannot find anything else close enough to describe Roman handshake...

This is what people say on how God keeps us. When we welcome him into our lives, we did the handshake that the Romans did. You know why this is so special? Well, in some of our life (if it’s not most) we will loose our grip to His. But He will never loose His grip towards us. Imagine if we did the ordinary handshake, if we loosen our grip, His grip will be loosen too…. but not with the Roman handshake. And He did the Roman handshake to each and everyone of us who welcome Him into our lives.

So, never worry when we are in our darkest moment and lost our grip to Him. He is still holding ours.

This will pass too…

Written by vallaura

June 2, 2010 at 1:35 PM

%d bloggers like this: